Investasi dan keterlibatan dunia usaha dibutuhkan untuk memperluas aktivitas ekonomi serta membuka lapangan kerja.
“APBD harus menarik investasi dan membuka lapangan kerja. Dan itu tidak bisa sendiri, tapi ketika kita bersama dengan seluruh yang ada di Kota Surabaya, maka semua itu bisa terwujud,” ujarnya.
Di sisi lain, Eri menekankan pentingnya memastikan program pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Data penerima bantuan, menurutnya, perlu diverifikasi dengan kondisi faktual warga dan tidak hanya mengacu pada desil.
“Bukan lagi kita saling menyalahkan. Tapi hari ini kita membuka semuanya kepada masyarakat. Apa yang dibutuhkan oleh orang lain,” ujarnya.
Dengan arah tersebut, RAPBD 2027 menempatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan pengurangan kesenjangan sebagai bagian dari strategi pembangunan Surabaya. (*)













