“Figur dari tokoh-tokoh partai politik, calon-calon dari partai politik itu lebih cenderung menjadi alasan publik untuk memilih partai politik, karena kecenderungan dari caleg-calegnya,” ujar Yoki.
Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih calon anggota legislatif.
Sedangkan 24,7 persen responden lebih cenderung menentukan pilihan berdasarkan partai politik.
Yoki menjelaskan, kecenderungan tersebut menjadi bagian dari gambaran perilaku pemilih dalam menentukan pilihan politik, khususnya pada pemilu legislatif.
Survei Poltracking dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling.






