Jakarta, CakrawalaNews.co – Nama Nusron Wahid sedang menghangat seiring posisinya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di tengah berbagai persoalan pertanahan dan perkembangan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan kementeriannya.
Nusron Wahid merupakan politikus Partai Golkar yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973.
Sebelum masuk ke pemerintahan, ia memiliki perjalanan panjang di dunia organisasi kemahasiswaan, politik, parlemen, hingga birokrasi.
Pendidikan dan Aktivisme
Nusron menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kudus. Ia tercatat pernah bersekolah di MI Miftahul Thalibin Kudus, MTs Qudsiyyah Kudus, dan MA Qudsiyyah Kudus.
Selepas sekolah menengah, Nusron melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia (UI) dan mengambil bidang Ilmu Budaya.
Ia kemudian menempuh pendidikan magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bidang ekonomi dan menyelesaikannya pada 2011.
Jejak organisasi Nusron sudah terlihat sejak masa mahasiswa.
Ia aktif di lingkungan organisasi kemahasiswaan dan pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2000-2003.
Ia juga memiliki pengalaman memimpin Gerakan Pemuda Ansor.
Selain aktivitas organisasi, Nusron sempat berkecimpung di dunia jurnalistik.
Ia pernah menjadi wartawan Bisnis Indonesia serta peneliti. Ia juga pernah mengajar di Universitas Indonesia.
Karier politik Nusron berkembang melalui Partai Golkar. Ia kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI dan menjalani sejumlah periode sebagai legislator.





