Proses tersebut dikenal sebagai hilirisasi, yakni mengembangkan hasil penelitian agar bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata di luar lingkungan penelitian.
Dukungan terhadap proses tersebut juga membutuhkan pendanaan dan fasilitas.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani menjelaskan pemerintah tengah mendorong Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional (RIKIN) agar menjadi proyek strategis nasional.
Menurut Shinta, dukungan itu penting karena penelitian membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Kampus memiliki pengetahuan dan hasil riset, sementara industri memiliki kebutuhan serta pengalaman untuk mengembangkan produk.
“Riset membutuhkan waktu panjang dan biaya yang tidak murah. Karena itu kita perlu menghubungkan kebutuhan industri dengan kekuatan riset yang dimiliki perguruan tinggi,” pungkasnya. (*)






