“Di pameran itu ada sekitar 40 sampai 42, sekitar segitu booth. Dan itu all batik. Jadi itu kita prioritaskan untuk batik Jawa Timur,” kata Wirasno di D’Gunungan, Rabu, 16 September 2026.
Untuk pameran di TP 3, YBI sengaja memilih lokasi yang memiliki arus pengunjung tinggi.
“Target pengunjung kita sebanyak mungkin ya. Karena kenapa kita memilih atrium tiga di Tunjungan Plaza, Atrium Tunjungan Plaza 3, itu karena hasil surveinya memang di situ adalah titik teramai di mal di Surabaya,” ujarnya.
Menurut Wirasno, lokasi tersebut juga dipilih dengan mempertimbangkan kenyamanan masyarakat yang datang menikmati rangkaian HBN.
“Dan memang tujuan YBI itu menggelar HBN itu agar bisa dinikmati oleh banyak masyarakat. Dan kenapa mal, karena mungkin untuk tingkat kenyamanan pengunjung dan sebagainya, maka kami memilih TP 3,” tuturnya.
Di balik konsep pertunjukan dan pameran tersebut, YBI membawa misi yang lebih luas.
HBN tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan batik, tetapi juga membangun kecintaan masyarakat sekaligus membuka akses pasar bagi perajin.













