“Jika ada hama penyakit, tidak harus langsung membeli obat di toko. Kita bisa membuat pestisida nabati yang lebih aman, ramah lingkungan, dan mudah terurai,” jelasnya.
Bekal psikologis diberikan melalui materi “Membangun Meaningful Life di Masa Pensiun” yang disampaikan Dekan Psikologi Universitas Bhamada Slawi Dr. Faisaluddin, M.Psi., Psikolog.
Peserta diajak mempersiapkan kehidupan setelah pekerjaan dengan membangun identitas di luar profesi.
Persiapan juga mencakup merencanakan aktivitas baru sejak dini, memperluas jaringan sosial, menyiapkan kondisi finansial, hingga menjalani transisi menuju pensiun secara bertahap.
Peserta pembekalan berasal dari berbagai jabatan dan profesi.
Rinciannya terdiri atas 19 administrator, 12 pengawas, 280 guru, 20 tenaga kesehatan, 11 pejabat fungsional tertentu, dan 96 pejabat pelaksana.
Kegiatan tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.
Selama pembekalan, peserta mengikuti kegiatan secara interaktif dengan moderator Merry Honey.
Sesi materi juga diawali yel-yel untuk membangun suasana yang lebih aktif.
Melalui pembekalan tersebut, Pemkab Tegal berharap para PNS dapat memasuki masa purna tugas dengan persiapan yang lebih matang, tetap aktif berkegiatan, serta memiliki kehidupan yang sehat dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat. (*)












