Persiapan tersebut sekaligus diharapkan mencegah munculnya post power syndrome.
“Harapannya bapak dan ibu tidak kaget ketika mendapatkan SK pensiun dan tetap bisa menjalani masa purna tugas dengan kegiatan yang positif,” ujarnya.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas setelah pensiun.
Peserta juga mendapat bekal mengenai kesehatan, pola hidup sehat, pengelolaan keuangan, serta kesiapan psikologis agar perubahan rutinitas dapat dijalani bersama keluarga dengan lebih baik.
Dari sisi kesehatan, peserta mendapat materi “Lansia Smart” yang disampaikan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal St. Risya Alifyanti.
Materi tersebut mengenalkan konsep lanjut usia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Pola hidup sehat juga diperkenalkan melalui konsep CERDIK, yakni Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.
Sementara itu, materi “Rumah Pangan Lestari: Dari Limbah Menjadi Berkah” yang disampaikan Ketua Tim Kerja Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluh Rokhlani mengarahkan peserta memanfaatkan pekarangan rumah secara intensif dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan pekarangan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Peserta juga mendapat pengetahuan mengenai penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama.












