Cakrawala Daerah

PKK Kabupaten Tegal Perkuat Edukasi Keluarga Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal

×

PKK Kabupaten Tegal Perkuat Edukasi Keluarga Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal

Sebarkan artikel ini
Tegal
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tegal.

Tegal, CakrawalaNews.co – Aktivitas di ruang digital kini ikut menjadi urusan keluarga.

Judi online dan pinjaman online ilegal bisa masuk melalui perangkat yang sehari-hari digunakan, sehingga pengawasan tak cukup cuma dengan membatasi akses internet.

Hal itu menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tegal dalam Pelatihan Pokja I TP PKK Kabupaten Tegal 2026 bertema “Pelatihan Simulasi Pencegahan JUPITER (Judi Online dan Pinjol Teratasi)” di Gedung PKK Slawi, Rabu, 9 September 2026.

Pelatihan tersebut membekali kader dengan pemahaman mengenai risiko judi online dan pinjaman online ilegal.

Peran keluarga dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mencegah dampaknya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan literasi digital perlu diperkuat agar masyarakat tak cuma bisa menggunakan teknologi, tetapi juga mengenali risiko di dalamnya.

Pendampingan, menurutnya, perlu dilakukan bersama antara orang tua dan lingkungan sekitar.

Pengawasan juga tidak harus selalu dilakukan dengan cara membatasi penggunaan perangkat.

“Memang perlunya keterpaduan antara orang tua dan lingkungan. Kalau ada kerumunan anak-anak, paling tidak sebagai RT mempunyai wewenang untuk menegur atau menanyakan kegiatan mereka, termasuk apa yang sedang diakses,” ujarnya saat menjawab pertanyaan peserta.

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

“Sekarang ada PP Tunas yang dikeluarkan pemerintah melalui Diskominfo. Jadi, sebelum usia 17 tahun, anak-anak tidak bisa mengakses media sosial. Artinya, menunggu sampai anak siap dan mampu memfilter mana yang penting dan mana yang berbahaya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *