Bagi Eri, Kampung Pancasila tidak cukup berhenti pada kegiatan yang dijalankan pemerintah.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun wilayahnya.
“Agar apa? Agar kita sadar betul membangun Kota Surabaya bukan hanya pemerintahnya, tapi bagaimana pemerintah bisa mengajak seluruh warga Surabaya membangun kotanya sendiri, membangun wilayahnya sendiri,” ujarnya.
Ia berharap pola pembinaan tersebut dapat mendorong perubahan dari lingkungan paling dasar.
Perubahan yang dimaksud mencakup perilaku dan kebiasaan warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga saya berharap kampung Pancasila ini bisa mengubah Surabaya mulai dari dasar. Mengajak warga Surabaya merubah paradigma, mengubah kebiasaan yang menentukan nasib Kota Surabaya ini,” pungkasnya. (*)













