“Alhamdulillah hari ini sudah disahkan oleh DPRD. Ada beberapa penyesuaian terkait dengan volume-volume yang ada di masyarakat,” kata Eri pada Kamis, 10 September 2026.
Eri menjelaskan, anggaran beasiswa sebelumnya disiapkan untuk 24.000 anak. Namun, jumlah warga yang mendaftar hanya sekitar 13.000 orang.
“Ketika kita punya beasiswa, maka beasiswa itu kita anggarkan 24.000 anak, ternyata yang terdaftar hanya ada sekitar 13.000, maka anggaran yang lainnya kita manfaatkan kembali untuk pendidikan bidang yang sama, tapi tidak dalam hal untuk beasiswa,” ujarnya.
Menurut Eri, penyesuaian tersebut tetap diarahkan untuk warga yang memang membutuhkan bantuan pemerintah.
Ia juga mengajak warga yang mampu untuk tidak bergantung pada anggaran pemerintah.
“DPRD dan Pemerintah Kota itu fokus untuk yang memang tidak mampu. Sing mampu yo ayo gotong royong kaya Pancasila, sing mampu yo ojo njaluk Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga kita bisa manfaatkan lagi untuk kepentingan pendidikan lainnya,” tegasnya.
Ketua DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri mengatakan prinsip yang disepakati bersama Pemkot adalah menjaga agar setiap rupiah APBD tetap memberi manfaat bagi masyarakat kecil.













