Pola ini diharapkan membuat kendaraan barang tidak lagi bertumpu pada kawasan tengah Surabaya.
“Area timur maupun barat ingin kita maksimalkan dari jalur logistiknya supaya tidak membebani tengah kota,” katanya.
Kawasan Pakal turut masuk dalam rancangan tersebut.
Wilayah Surabaya Barat ini memiliki fungsi yang beragam, termasuk kawasan lindung dan kawasan yang terhubung dengan perkembangan Surabaya Barat.
Dengan pola tersebut, penataan transportasi Surabaya tidak hanya bertumpu pada pembangunan jalan baru di tengah kota.
Arah pengembangannya mulai dibagi ke kawasan timur dan barat.
Jika jalur alternatif di sisi timur mampu memenuhi kebutuhan konektivitas, keberadaan Tol Tengah bisa saja tidak lagi menjadi pilihan utama.
Namun, keputusan mengenai trase dan pembangunan tetap menunggu kebijakan pemerintah pusat. (*)













