Sementara erupsi gunung api berkaitan dengan sistem vulkanik di bawah permukaan.
Pergerakan magma, tekanan, serta aktivitas kegempaan menjadi bagian dari parameter yang dipantau untuk membaca perubahan aktivitas gunung.
Karena itu, menghubungkan HAARP dengan erupsi gunung api di Indonesia belum memiliki dasar ilmiah berdasarkan data yang tersedia.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan tantangan lain di tengah situasi kebencanaan Indonesia.
Ketika aktivitas gunung api meningkat, informasi bergerak jauh lebih cepat melalui media sosial. Fakta ilmiah, dugaan, hingga teori konspirasi bisa muncul dalam ruang yang sama.
Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik dengan banyak gunung api aktif.
Kondisi tersebut membuat pemantauan vulkanologi, informasi kebencanaan, dan literasi publik jauh lebih penting dibanding mencari hubungan sebab-akibat yang belum terbukti.
Dalam konteks HAARP, sejauh bukti ilmiah yang tersedia, fasilitas tersebut merupakan instrumen penelitian ionosfer.
Tidak ada dasar ilmiah yang menunjukkan HAARP berkaitan dengan erupsi gunung api yang terjadi di Indonesia. (*)



