Aktivitasnya kemudian kembali berupa erupsi berkala dan statusnya masih Level III atau Siaga.
Namun, aktivitas gunung api memiliki penjelasan geologis yang berbeda dengan fungsi HAARP.
HAARP merupakan singkatan dari High-frequency Active Auroral Research Program.
Fasilitas penelitian di Alaska itu digunakan untuk mempelajari ionosfer, lapisan atmosfer atas yang berperan dalam propagasi gelombang radio.
HAARP bekerja dengan memancarkan gelombang radio frekuensi tinggi untuk menghasilkan gangguan kecil dan terkontrol pada bagian ionosfer.
Gangguan tersebut kemudian diamati untuk memahami karakteristik lapisan atmosfer tersebut.
Fungsi itu tidak sama dengan mengendalikan cuaca, apalagi memicu aktivitas gunung api.
Penjelasan resmi HAARP menyebut gelombang radio yang digunakan tidak diserap oleh troposfer dan stratosfer.
Padahal, proses cuaca berlangsung di kedua lapisan atmosfer tersebut.



