Cakrawala PendidikanCakrawala SurabayaPilihan RedaksiSosok

Dari Maumere ke Surabaya, Tekad Mahasiswa Baru FK Untag Surabaya Jadi Dokter untuk NTT

×

Dari Maumere ke Surabaya, Tekad Mahasiswa Baru FK Untag Surabaya Jadi Dokter untuk NTT

Sebarkan artikel ini
Martha Bunga Yellana Putri Harving Peserta PKKMB Untag Surabaya 2026.
Martha Bunga Yellana Putri Harving Peserta PKKMB Untag Surabaya 2026.

“Yang paling membuat saya terpukul, saya pernah mendengar cerita tentang seorang ibu yang tidak selamat saat melahirkan karena tidak adanya dokter anestesi. Dari sana saya berpikir, suatu saat saya ingin menjadi orang yang bisa membantu mereka,” ungkapnya.

Pengalaman itu membuat profesi dokter memiliki makna yang berbeda bagi Yellan. Ia tidak ingin sekadar menjadi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, ia ingin menjadi bagian dari perubahan agar masyarakat di daerah-daerah yang selama ini kesulitan memperoleh layanan kesehatan bisa mendapatkan pertolongan yang lebih layak.

Untuk mengejar cita-cita tersebut, Yellan memilih meninggalkan Maumere dan melanjutkan pendidikan di Surabaya. Keputusan itu tentu bukan perkara mudah. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, jauh dari keluarga dan daerah yang selama ini menjadi rumahnya.

Namun, bagi Yellan, meninggalkan kampung halaman bukan berarti menjauh dari daerah asal. Justru, perjalanan ke Surabaya menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk suatu hari kembali dengan membawa ilmu yang dapat diberikan kepada masyarakat NTT.

“Kota Surabaya sangat jauh dari daerah saya. Namun, saya menyadari bahwa saya tidak bisa terus berada di zona nyaman. Saya harus berani keluar daerah untuk belajar dan berkorban demi daerah saya. Semua ini saya jalani karena saya punya tujuan untuk kembali dan memberikan sesuatu bagi masyarakat di NTT,” ungkapnya.

Di bangku Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, Yellan kini memulai perjalanan panjang untuk mewujudkan impian tersebut. Ia sadar, menjadi dokter bukan perjalanan singkat. Ada proses belajar, praktik, hingga pengabdian yang harus dilalui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *