Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan tata kelola kebijakan sebagai faktor untuk mempertahankan kepercayaan investor.
“Yang menjadi sorotan daripada investor itu sebenarnya bagaimana sesungguhnya pemerintah mampu membuat ekosistem kepastian hukum,” ujar Said pada Juni 2026.
Dalam pembahasan RAPBN 2027, Said turut menekankan perlunya kebijakan fiskal yang mampu menopang program prioritas pemerintah sekaligus menjaga kesehatan APBN.
Memasuki Agustus 2026, Said masih aktif menjalankan perannya sebagai Ketua Banggar DPR RI.
Pada 18 Agustus 2026, ia menyoroti pergantian pimpinan Bank Indonesia. Said menilai perubahan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Menurut Said, pemerintah dan Bank Indonesia perlu segera merumuskan kebijakan inti yang dapat menjadi pijakan bersama dalam menentukan arah ekonomi nasional ke depan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus Said di parlemen saat ini tidak hanya pada pembahasan postur anggaran, tetapi juga bagaimana kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan selaras menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global.
Profil Singkat Said Abdullah
Nama: Said Abdullah
Tempat, tanggal lahir: Sumenep, Jawa Timur, 22 Oktober 1962
Partai: PDI Perjuangan
Daerah pemilihan: Jawa Timur XI
Periode DPR RI: 2004–2009, 2009–2014, 2014–2019, 2019–2024, 2024–2029
Jabatan saat ini: Ketua Badan Anggaran DPR RI
Pendidikan: Sarjana Ilmu Hukum Universitas Surabaya; Magister Hukum Tata Negara Universitas Merdeka Malang
Perolehan suara Pemilu 2024: 528.815 suara
Dapil: Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.








