Kaji Ipuk menegaskan, perhatian DPRD dalam pembahasan proyeksi APBD 2027 akan diarahkan pada bagaimana anggaran tersebut mampu menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia menilai sektor ekonomi kerakyatan harus mendapatkan porsi perhatian lebih besar sehingga pertumbuhan APBD tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga tercermin dari meningkatnya pendapatan masyarakat.
“Untuk proyeksi APBD 2027, prioritasnya harus lebih kepada ekonomi masyarakat. Bagaimana ekonomi masyarakat bisa meningkat, karena ekonomi masyarakat harus berimbang dengan peningkatan pendapatan dan APBD,” jelasnya.
Selain penguatan ekonomi masyarakat, Syaifuddin juga menyinggung persoalan banjir yang menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemkot Surabaya.
Menurutnya, penyelesaian persoalan banjir tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur dan kenyamanan warga, tetapi juga harus memberikan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi.













