Tak berhenti di sana, rangkaian proyek tersebut diperkirakan memberikan multiplier effect 2,52 kali terhadap perekonomian Kota Surabaya.
Pembiayaan ini juga diklaim mendukung Prioritas Nasional 2 dalam RPJMN 2025–2029, khususnya upaya memperkuat kemandirian bangsa melalui swasembada energi. Di tingkat daerah, proyek tersebut turut diarahkan untuk mendukung target Jawa Timur dalam meningkatkan ketangguhan Surabaya menghadapi persoalan banjir.
Pembiayaan Rp1,16 triliun tersebut merupakan kelanjutan kerja sama antara PT SMI dan Pemkot Surabaya. Sebelumnya, pada 24 April 2026, kedua pihak telah menandatangani akta perjanjian pembiayaan senilai Rp885,85 miliar.
Pinjaman sebelumnya itu dialokasikan untuk pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat, termasuk pengadaan lahan dan konstruksi Jalan Wiyung–Menganti.
Secara nasional, hingga Juni 2026 PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,41 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun. (S)













