“Kami melihat antusiasme yang cukup tinggi dari para siswa selama sesi safety briefing maupun saat pengenalan inDrive. Mereka aktif menyimak, bertanya, dan berdiskusi mengenai keselamatan berkendara serta menunjukkan ketertarikan terhadap layanan inDrive. Respons ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan dan pengenalan pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini,” jelasnya.
Program “Drive Your Future” tidak berhenti pada fase pertama. Inisiatif tersebut akan berlanjut ke fase kedua yang menyasar mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat.
Pada fase berikutnya, inDrive akan kembali membawa edukasi keselamatan berkendara sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi Kampus Ambassador.
“Para Kampus Ambassador nantinya diharapkan menjadi perwakilan inDrive di lingkungan perguruan tinggi,” jelas Wahyu.
Mereka akan berperan mengedukasi mahasiswa lain mengenai keselamatan berkendara, mendorong budaya mobilitas yang bertanggung jawab, serta memperkenalkan layanan inDrive sebagai salah satu pilihan transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.



