Menurut Blegur, hasil survei tidak boleh membuat kader Golkar berpuas diri. Sebaliknya, angka elektabilitas tersebut harus dijadikan pijakan untuk memperkuat konsolidasi politik dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
“Kader harus lebih banyak berada di dapil untuk menyapa masyarakat. Meski Pemilu masih 2029, turba harus dilakukan terus menerus,” ujar Blegur Prijanggono di Surabaya, Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan, kerja politik tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, Pemilu merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi kader dalam membangun komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus menghadirkan kabar positif bagi masyarakat.
Blegur juga mengingatkan bahwa mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan kursi Golkar pada Pemilu mendatang bukan perkara mudah. Karena itu, seluruh elemen partai dituntut bekerja lebih fokus dan terukur.



