Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu mengatakan, pemerintah sebenarnya memiliki instrumen yang cukup lengkap untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terus meningkat.
“Kalau pemerintah segera melakukan edukasi secara masif dengan menggandeng pemerintah kabupaten/kota, ulama, organisasi kemasyarakatan, sekolah, hingga keluarga, saya yakin fenomena ini bisa ditekan,” katanya.
Puguh menilai fakta bahwa pelaku masih berstatus pelajar menunjukkan adanya persoalan yang tidak bisa dilepaskan dari lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Kalau mereka masih usia sekolah, berarti ada sesuatu yang perlu dievaluasi dalam tata kelola pendidikan kita. Kalau mereka masih tinggal bersama orang tua, berarti pola asuh, penanaman akhlak, dan pendidikan karakter di rumah juga harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.












