Ia menambahkan, ketahanan keluarga tidak hanya berbicara tentang kondisi ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas pengasuhan, komunikasi antara orang tua dan anak, serta penanaman nilai-nilai moral sejak dini.
Menurut Puguh, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup diukur dari tingginya angka partisipasi sekolah atau indeks pembangunan manusia semata. Yang tak kalah penting adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan karakter yang kuat sehingga tidak mudah terjerumus pada tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkoba.
“Jangan hanya mengejar capaian angka-angka pembangunan. Kita harus memastikan anak-anak kita memiliki akhlak, karakter, dan budi pekerti yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Karena itu, Puguh mendorong Pemprov Jatim menjadikan penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu agenda prioritas melalui kebijakan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.












