Adi menjelaskan, kondisi pasang air laut diperkirakan masih berlangsung hingga setelah waktu Dzuhur dan menjelang sore hari. Karena itu, seluruh rumah pompa tetap dioperasikan meski efektivitasnya terbatas akibat fenomena backwater atau aliran balik. “Tetap jalan, cuma kan posisinya kalau kita pompa otomatis kan backwater kembali ya,” imbuhnya.
Selain mengoptimalkan rumah pompa, Adi menyatakan bahwa petugas DSDABM juga melakukan pengecekan saluran drainase untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat memperlambat aliran air.
“Seperti tadi kondisi-kondisi saluran, barangkali ada penyumbatan, terus ini juga kan kondisinya juga sudah mulai kerja juga proyek-proyek, takutnya ada penyumbatan,” ujarnya.
Adi mengungkapkan, genangan yang terjadi kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh pasang air laut, tetapi juga hujan berintensitas tinggi yang turun di tengah periode musim kemarau.
“Biasanya kalau sudah masuk di bulan Juni-Juli, sudah mau masuk di musim kemarau. Tapi ini memang terjadi anomali cuaca, kami pun tidak bisa menyalahkan masalah cuaca juga,” tuturnya.












