Saat ini, DLH Surabaya mengoperasikan sekitar 104 armada truk sampah yang terdiri dari compactor dan arm roll. Lebih dari 100 armada itu melayani 195 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya. “Total armada kita ada 104, terdiri dari truk compactor sama arm roll. Sedangkan TPS kita jumlahnya 195,” tuturnya.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem pengangkutan sampah, DLH Surabaya juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan air lindi. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembuangan lindi di TPS sebelum armada diberangkatkan ke TPA.
Namun, penerapan mekanisme tersebut masih terkendala pada fasilitas pendukung di TPS. Saat ini sebagian besar TPS belum dilengkapi alat pembersih bertekanan tinggi (karcher) yang diperlukan untuk membilas area pembuangan lindi. “Itu yang memang lagi kita susun, SOP-nya yang baik gimana. Ini kan kita lagi pengadaan karcher,” ujar Wasis.
DLH Surabaya pun menargetkan pengadaan 195 unit karcher rampung pada Juni, sesuai jumlah TPS yang tersebar di Kota Surabaya. Dengan demikian, setiap TPS nantinya akan memiliki satu unit alat pembersih untuk mendukung pengelolaan lindi yang lebih optimal. “Rencana pengadaan karcher bulan ini, jumlahnya sesuai TPS. Jadi setiap TPS nanti akan dilengkapi satu karcher,” pungkasnya.












