Selain memeriksa kelayakan kendaraan, DLH Surabaya juga melakukan pengecekan terhadap sistem penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan tidak terjadi kebocoran yang dapat menyebabkan cairan sampah tercecer selama proses pengangkutan menuju TPA. “Kalau seal-nya rusak atau ada yang keropos penampungannya itu di jalan (air lindi) keluar. Nah, itu juga kita cek,” imbuhnya.
Wasis mengungkapkan, setidaknya ada sekitar 10 armada milik DLH dan pihak swasta yang dilakukan pengecekan dalam sidak pada Kamis (4/6) malam. Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, bertepatan dengan jam operasional pengangkutan sampah menuju TPA.
“Kita cek ternyata ada (armada) yang banyak isinya (lindi). Jadi kita keluarkan sekalian, kita tap di situ lalu kita semprot. Memang banyak lindi-nya, tapi yang penting penampungannya enggak bocor,” katanya.
Ia memastikan, kegiatan pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai jalur distribusi sampah di Surabaya, baik di wilayah utara maupun selatan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh armada tetap laik jalan.
“Kita lakukan berkala. Mungkin kemarin yang jalur selatan, kapan waktu nanti kita ingin yang jalur utara. Kan ada yang lewat utara, selatan dan Jalan Tol. Paling enak di Jalan Jawar, akses mau ke TPA itu kan semuanya pasti kumpul (lewat) sana,” tegasnya.












