Selain fokus pada pengembangan kompetensi digital, Yassierli juga menyoroti peran Kemnaker dalam membantu pemulihan masyarakat Sumatera Barat pascabencana banjir dan tanah longsor yang sempat melanda sejumlah wilayah.
Ia menyebut, Kemnaker telah menghadirkan posko layanan masyarakat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang selama tiga bulan untuk membantu masyarakat terdampak.
Tidak hanya itu, Kemnaker juga menyalurkan program pemulihan ketenagakerjaan senilai Rp30,3 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bantuan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).












