JAKARTA – Cakrawalanews.co | Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) resmi memperpanjang masa pendaftaran Seleksi Berdasarkan Prestasi (SBP) Tahun Akademik 2026/2027 hingga 27 Mei 2026. Kebijakan itu diambil setelah tingginya animo lulusan SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi di bidang ketenagakerjaan.
Sebelumnya, masa pendaftaran SBP dijadwalkan berakhir pada 13 Mei 2026. Namun, tingginya jumlah peminat membuat Polteknaker bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan memberikan tambahan waktu bagi calon mahasiswa yang belum menyelesaikan proses registrasi maupun pengunggahan dokumen persyaratan.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan perpanjangan masa pendaftaran dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan seleksi tahap awal dan respons masyarakat yang terus meningkat.
“Perpanjangan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para calon pendaftar yang masih melengkapi persyaratan maupun yang belum sempat melakukan registrasi,” ujar Cris Kuntadi melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan, Polteknaker sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemnaker terus berupaya mencetak sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan industri modern.
Melalui jalur SBP 2026, calon mahasiswa diberi kesempatan memilih program studi yang relevan dengan perkembangan dunia industri dan ketenagakerjaan saat ini. Sistem pendidikan vokasi yang diterapkan juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi praktis, keterampilan kerja, serta kesiapan lulusan memasuki pasar kerja.
Selain itu, Cris mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan tambahan waktu pendaftaran tersebut dengan memastikan seluruh dokumen persyaratan diunggah sesuai ketentuan.
Pendaftaran dan informasi lengkap mengenai tata cara seleksi, jadwal, serta syarat administrasi dapat diakses melalui laman resmi Polteknaker di pmb.polteknaker.ac.id.
Perpanjangan masa pendaftaran ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi lulusan sekolah menengah untuk mengakses pendidikan vokasi berkualitas sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda Indonesia di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.












