SURABAYA – cakrawalanews.co | Polemik dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya memasuki babak baru. Dapur penyedia makanan program MBG di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diketahui belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi saat menjalankan operasionalnya.
Fakta tersebut terungkap dalam forum hearing atau rapat dengar pendapat yang digelar di gedung DPRD Surabaya, Jumat (15/05/2026), dan turut dihadiri Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, bersama sejumlah pihak terkait.
Dalam forum tersebut, pengelola SPPG Tembok Dukuh Surabaya mengakui bahwa dapur MBG yang selama ini memproduksi makanan bagi para siswa belum mengantongi dokumen sertifikasi higiene sanitasi yang menjadi salah satu standar wajib dalam pengelolaan pangan.












