Materi pelatihan mencakup pengembangan diri, kewirausahaan, keterampilan nonteknis, hingga berbagai kemampuan pendukung lain yang dibutuhkan generasi muda untuk bersaing di era transformasi digital.
“Kalau 3.100 kurang, bisa diminta tambahan. Tapi habiskan dulu kuota pelatihannya sebanyak 3.100. Saya ingin anak-anak muda kita punya keterampilan, punya skill, punya kompetensi untuk bisa bersaing,” ujar Yassierli.
Menurutnya, kuota awal sebanyak 3.100 peserta merupakan tahap pertama penerima akses pelatihan digital berbasis AI yang disiapkan pemerintah. Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas peluang kerja dan usaha mandiri.












