Ia menjelaskan, kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan strategi diseminasi informasi publik yang lebih modern, mulai dari penyusunan narasi kebijakan yang relevan dengan perkembangan zaman, penguatan komunikasi berbasis data, hingga pemanfaatan platform digital agar informasi dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan tepercaya.
Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam menjalankan agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas penyampaian informasi menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan.
“Komunikasi publik adalah kunci agar masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga merasakan manfaat dari setiap kebijakan ketenagakerjaan yang dihadirkan pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Hendri Satrio, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan optimismenya bahwa sinergi antara dunia akademik, praktisi komunikasi, dan pemerintah akan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman.












