Karena pada akhirnya, keberpihakan tidak cukup diucapkan. Ia harus dituliskan dalam kebijakan, ditegaskan dalam anggaran, dan dijaga agar tetap hidup siapa pun yang memimpin kota ini.
Refleksi Hari Kartini: Sudah Seriuskah Surabaya pada Perempuan dalam Anggaran?












