Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyatakan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan membatasi penggunaan gawai, tetapi juga mengembalikan kedekatan emosional dalam keluarga. Menurutnya, di tengah keterbatasan waktu, khususnya bagi orang tua bekerja, kualitas interaksi memiliki peran lebih penting dibandingkan kuantitas. Kehadiran orang tua dalam momen penting anak dinilai memberikan dampak emosional yang signifikan.
Kebijakan ini juga terintegrasi dengan kebijakan nasional melalui PP Tunas yang menekankan perlindungan anak dalam ekosistem digital.
Meski demikian, teknologi tidak sepenuhnya ditinggalkan. Orang tua tetap dapat memanfaatkan perangkat digital secara bijak untuk menjaga komunikasi ketika kehadiran fisik tidak memungkinkan. Fokus utama tetap pada kehadiran emosional yang dirasakan anak.












