Ia menilai, komunitas seperti ISIK memiliki peran strategis dalam menghidupkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan nyata, seperti pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi, hingga keterlibatan dalam aktivitas sosial di tingkat kampung.
Karena itu, Mas Toni mendorong agar upaya pemberdayaan perempuan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan program, baik dalam bentuk pelatihan lanjutan, akses permodalan, maupun fasilitasi pemasaran produk UMKM.
“Ketika ibu diberdayakan, maka bukan hanya ekonomi keluarga yang tumbuh, tetapi juga kualitas generasi ke depan ikut meningkat. Ini sejalan dengan semangat Kampung Pancasila yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama,” tegasnya.
Sementara itu, ISIK berharap audiensi ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, sehingga berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Dengan penekanan pada peran ibu sebagai fondasi keluarga dan pilar ekonomi, pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem Kampung Pancasila yang kuat tidak hanya dalam nilai, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya.













