“Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari ibu, lahir generasi penerus bangsa yang hebat. Karena itu, ketika ibu-ibu ini juga diberdayakan secara ekonomi melalui pelatihan dan UMKM, dampaknya akan sangat besar,” ujarnya ketika ditemui seusai audiensi.
Ia lantas mengapresiasi langkah ISIK yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas perempuan. Gerakan seperti ini, kata dia, menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri sekaligus memperkuat struktur sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Mas Toni mengaitkan pemberdayaan perempuan dengan penguatan konsep Kampung Pancasila yang tengah didorong di berbagai wilayah.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak hanya diwujudkan dalam simbol atau kegiatan seremonial, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui peran keluarga.
“Kampung Pancasila itu tidak bisa berdiri tanpa peran keluarga, dan di dalam keluarga, ibu menjadi kunci. Ketika ibu berdaya, nilai gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial akan tumbuh secara alami di lingkungan masyarakat,” jelasnya.













