Yassierli juga mengapresiasi kontribusi TikTok dalam mendukung pengembangan pelatihan vokasi nasional. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga produsen talenta digital yang kompetitif.
“Kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang besar, tetapi juga memiliki tenaga kerja lokal yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing,” katanya.
Senada dengan itu, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menilai peluang ekonomi digital semakin luas, namun belum semua masyarakat memiliki akses keterampilan yang memadai.
“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” ujar Hilmi.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang program ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi ekosistem ekonomi digital nasional.
“TikTok adalah platform yang inklusif, tempat siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menemukan audiensnya, dan menciptakan peluang ekonomi,” katanya.
Kegiatan BISA Bareng TikTok juga menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi dan pelaku industri, antara lain HR Practitioner & Content Creator Vina Muliana, Government Partnership & Enterprise TikTok Indonesia Novalia Hartono, Content Creator Maryamah, Content Marketing TikTok Indonesia Dhany Damara, Livestream Operations TikTok Live Indonesia Michael Tan, serta TikTok Shop by Tokopedia SMB Partnership Team Yohana Uli Prisilia Damanik.












