Ia menekankan bahwa dalam situasi seperti ini, pemerintah tidak boleh absen. “Jadi pemerintah harus hadir, Pemerintah Jawa Timur harus hadir dalam setiap ada kegiatan, baik itu musibah maupun proses alam,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, DPRD Jatim memastikan bahwa dalam proses penganggaran, pemerintah provinsi telah menyiapkan alokasi dana untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian.
Fokus utama penganggaran tersebut diarahkan pada penyiapan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang memadai agar para petani memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi anomali cuaca. Hadi Setiawan menjelaskan bahwa langkah strategis ini sudah masuk dalam skema besar penganggaran provinsi.
“Itu sudah, program-program Jawa Timur sudah menyiapkan infrastruktur maupun sarana prasarana terkait masalah pertanian maupun yang lain-lainnya. Sudah menganggarkan untuk provinsi yang bisa dipakai untuk masyarakat Jawa Timur,” ungkap legislator Fraksi Partai Golkar itu.










