Malang, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kota Malang terus menggencarkan edukasi imunisasi campak melalui pola door to door guna menggugah kesadaran warga secara langsung.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, pada hari Selasa, tanggal 7 April 2026 menyatakan, pola door to door dilakukan untuk menindaklanjuti masih adanya beberapa orang tua yang enggan mengikutsertakan anaknya untuk mendapatkan imunisasi campak.
“Mereka ada juga yang belum dan selalu dilakukan pendekatan, sudah door to door tetapi masih ada pemahaman yang belum mereka terima. Kami tidak mau berputus asa memberikan pemahaman,” kata Wahyu.
Salah satu poin penekanannya adalah tentang dampak fatalistik dari penyakit campak, apabila seorang anak tak mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Edukasi ini juga mencakup informasi mengenai rasio penularan campak yang tergolong cukup tinggi di tengah masyarakat.
“Penularannya cepat, 1 banding 18 (1:18), maka dari itu yang kami mendatangi langsung masyarakat supaya tidak sampai kejadian luar biasa (KLB),” ucap Wahyu.
Pemkot Malang telah melaksanakan imunisasi melalui program catch up campaign atau imunisasi kejar serentak dengan menyasar anak usia sembilan sampai 59 bulan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan, edukasi dilakukan langsung di lingkungan masyarakat, di mana petugas kesehatan juga melaksanakan imunisasi campak bagi anak.
Dinkes setempat mencatat sebanyak 1.400 anak di Kota Malang ditargetkan menerima imunisasi campak melalui program catch up campaign di 16 lokasi berbeda.
Berdasarkan data yang ada, capaian sementara sekitar 50 persen dari target sasaran imunisasi atau telah diberikan kepada 700-an anak.
“Kami perlu menyampaikan tentang pentingnya imunisasi ini,” ujar Husnul Muarif.
Husnul Muarif juga menjelaskan bahwa capaian imunisasi dengan persentase 95 persen yang dikejar oleh pemerintah daerah setempat menjadi penentu terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.
“Kalau mengurangi mobilitas sulit, kami mempersempit celah (penularan) melalui capaian tersebut,” kata Husnul Muarif.(wa/ar)












