Anggota Komisi C DPRD Jatim itu menyinggung pentingnya penguatan Good Corporate Governance (GCG), khususnya hubungan kerja antara direksi dan komisaris. Ia menilai pengawasan dan penentuan target harus berjalan efektif agar tidak muncul persoalan seperti masa lalu.
Selain itu, Pansus turut meninjau indikator kinerja seperti BOPO, NPL, dan proyeksi dividen.
Politisi PAN Jatim menyebut bahwa secara umum kinerja Bank Jatim tergolong baik, meski masih membutuhkan sejumlah perbaikan. Inovasi layanan digital seperti pengembangan platform J-Connect juga diapresiasi sebagai langkah maju.
Menurutnya, Pansus akan terus mengundang BUMD lain yang belum sempat hadir, ataupun melakukan pertemuan ulang bila diperlukan.
“Ada perbaikan-perbaikan yang sudah mulai terlihat. Ini menjadi catatan sekaligus perencanaan perbaikan ke depan,” katanya.
Pansus menegaskan bahwa proses pendalaman akan terus dilakukan hingga seluruh data yang dibutuhkan lengkap, sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar komprehensif dan mampu memperkuat tata kelola BUMD di Jawa Timur. (caa)












