Menurut Agung Mulyono, tugas Pansus bukan hanya mencari kekurangan, tetapi juga membangun pemahaman bersama mengenai karakter BUMD yang dibutuhkan Jawa Timur di masa mendatang.
“Akhirnya, ini semua untuk memastikan BUMD memberikan dividen yang sehat bagi provinsi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan dinamika perbankan daerah yang terus berkembang dan kebutuhan publik yang semakin kompleks, Pansus berharap kontribusi BUMD dapat makin signifikan bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur.
Rekomendasi akhir yang disusun diharapkan mampu memberi arah strategis bagi penguatan BUMD ke depan.
Sementara itu, Wakil Ketua Pansus BUMD, Abubakar, menyoroti diferensiasi pasar antara Bank Jatim dan Bank UMKM. Menurutnya, kedua bank memiliki segmen yang berbeda namun berpotensi besar untuk berkolaborasi.
“Bank Jatim dan Bank UMKM punya market yang berbeda, dan insya Allah bisa tumbuh bersama. Bank UMKM fokus pada sektor UMKM, sedangkan Bank Jatim menangani pasar yang lebih besar,” ungkapnya.












