Namun jika hal itu belum bisa diterapkan secara menyeluruh, Achmad meminta Pemkot Surabaya menyediakan alternatif berupa survei lapangan kembali, khususnya untuk mahasiswa on going yang merasa keberatan dan benar-benar tidak mampu.
Ia menilai survei tersebut penting agar bantuan tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan risiko meningkatnya angka putus kuliah.
“Kalau tidak bisa diterapkan, harapannya adalah agar ada survei lapangan kembali khusus bagi mahasiswa on going yang merasa keberatan dan tidak mampu serta berpotensi rentan putus kuliah,” tegasnya.
Achmad menambahkan, seluruh aspirasi warga yang dihimpun dalam reses tersebut akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Surabaya, agar dapat menjadi perhatian dalam kebijakan pendidikan dan penganggaran pemerintah kota ke depan.













