“Sebab, sangat beda antara mahasiswa Fakultas Teknik dan dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Tentunya, kebutuhannya juga berbeda-beda. Kita menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing,” ujarnya.
Ikhsan berharap beasiswa ini akan segera cair. Namun, walaupun belum cair hingga saat ini, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi dan bertemu dengan pihak rektorat. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa kalau dulu pembayaran UKT diberikan langsung kepada masing-masing mahasiswa, dan selanjutnya mahasiswa membayarkannya kepada pihak kampus.
“Namun, untuk pembayaran selanjutnya, uang UKT ini akan langsung ditransfer oleh Pemkot Surabaya kepada pihak kampus masing-masing,” tegasnya.
Mantan Kepala Bapemas Kota Surabaya ini juga memastikan, apabila selama ini mahasiswa yang mendapatkan beasiswa generasi emas belum melakukan pembayaran, maka pihak perguruan tinggi sudah sepakat untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa itu, sehingga tetap bisa mengurus KRS dan bisa kuliah seperti biasanya. “Kami berkomitmen, kalau nanti proses ini sudah selesai, maka kami akan langsung transfer pembayarannya ke perguruan tinggi masing-masing,” kata dia.
Di samping itu, apabila ada mahasiswa penerima beasiswa generasi emas yang sudah terlanjur membayarkan uang UKT-nya, maka dipastikan akan diganti oleh Pemkot Surabaya.
“Kami sudah minta datanya dari komunitas generasi emas ini, mereka ada grup bersama. Yang sudah membayar akan didata dan uang pencairan semester ini akan diberikan kepada mereka langsung, bukan universitas,” katanya.(nafan hadi)












