“Jangan pernah cepat berpuas diri, kita semua harus survive. Sehingga cita-cita untuk menjadi tuan dan nyonya di rumahnya sendiri terwujud,” tegas Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini.
Untuk bisa mewujudkan hal itu, Wali Kota perempuan dua periode ini meminta kepada seluruh anggota PC Fatayat NU untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi yang baik. Dalam hal ini, lanjut wali kota Risma, anggota Fatayat diminta menekuni usaha kecil menegah (UKM).
“Ibu-ibu yang lain itu semua mulai dari nol, tetapi setelah beberapa tahun hasilnya mulai terlihat,” imbuhnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Wali Kota Risma berharap agar anggota Fatayat NU mau berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya dan membangun ekonomi kota atau negara yang tangguh.
“Mari bersama-sama kita berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan dengan mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di bawah sehingga roda perekonomian di Surabaya terus bergerak naik,” ujar wali kota sarat akan prestasi itu.



