Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menambahkan, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan ketahanan pangan dinilai penting. Sebab, peran ibu sangat kuat untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran uang di dalam sebuah keluarga.
“Harus pintar mengatur dan mengelola uang, kalau tidak bisa berbahaya,” ungkap Difi di sela-sela sambutannya.
Selain itu, alasan lain mengapa pelatihan ini penting, karena tantangan ke depan jauh lebih berat. Menurutnya, biaya pendidikan, kesehatan, bahan pokok, mengalami peningkatan.
Diharapkan, lanjut Difi, setelah mengikuti pelatihan ini, PC Fatayat NU dapat memikirkan pengeluaran dan pemasukan keuangan keluarga dengan baik. Serta tidak mudah dibohongi oleh tawaran investasi bodong yang akan menghancurkan ekonomi setiap individu.
“Yang terpenting jadilah ‘Menteri Keuangan’ dalam keluarga anda masing-masing dan jangan menjadi warga yang komsumtif,” tegasnya.












