Ia juga mengingatkan bahwa persoalan di Surabaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh warganya. Kota Surabaya dibangun oleh beragam latar belakang suku dan budaya, sehingga tidak boleh ada stigmatisasi terhadap kelompok tertentu.
“Tidak boleh ada pelabelan negatif terhadap satu suku hanya karena ulah segelintir oknum. Masalah Surabaya adalah masalah kita semua,” katanya.
Terkait ormas berbasis kesukuan, Cak Yebe mengajak seluruh pihak kembali pada tujuan awal pembentukannya, yakni memperkuat solidaritas sosial dan membantu persoalan masyarakat.
“Ormas seharusnya menjadi sarana silaturahmi dan penguatan sosial. Jika menjalankan kontrol sosial, harus dilakukan secara terbuka dan terkoordinasi dengan pemerintah,” pungkasnya.












