- 600 Personel (Dua Batalyon Brimob Polri): Ditempatkan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
- 900 Personel (Brimob Nusantara): Merupakan gabungan dari Polda Aceh, Sumsel, Banten, DIY, NTB, Kaltim, dan Sulsel.
Secara keseluruhan, Polri telah mengerahkan total 10.113 personel (termasuk tambahan baru) untuk menangani bencana di tiga provinsi tersebut. Sebelumnya, sebanyak 8.613 personel telah lebih dulu terjun ke lapangan, yang terdiri dari kekuatan Polda setempat dan BKO Mabes Polri.
Fokus Kesehatan dan Pemulihan Trauma
Selain aspek keamanan, Polri juga menerjunkan tim khusus untuk mendukung pemulihan fisik dan psikis masyarakat. Saat ini, terdapat 43 tenaga kesehatan, 82 personel trauma healing, serta tim Disaster Victim Identification (DVI) yang masih bekerja intensif, terutama dalam proses identifikasi DNA jenazah di Sumatera Utara.
Data mencatat, sebanyak 37.867 warga telah mendapatkan layanan kesehatan di 91 posko tanggap bencana. Keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani meliputi demam, batuk, diare, serta gangguan kulit dan pencernaan.
Penyediaan Air Bersih Jadi Prioritas
Menindaklanjuti arahan Kapolri, penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan ini.
“Target kami adalah 300 titik sumur bor. Saat ini sudah tersedia 238 titik, dengan 84 sumur yang sudah beroperasi dan sisanya dalam proses pengerjaan,” tambah Dedi.
Menutup keterangannya, Jenderal bintang tiga tersebut menegaskan komitmen Polri untuk tetap hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk tugas kemanusiaan. “Polri harus selalu hadir, terutama dalam situasi bencana. Ini adalah bagian dari pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.( wa/ar)



