Dalam strategi investasi, BPKH menempatkan sekitar 26 persen dana pada instrumen perbankan syariah untuk mendukung likuiditas operasional haji, sementara sisanya dialokasikan pada berbagai instrumen investasi syariah yang aman dan berkelanjutan.
BPKH juga memperkuat perannya di ekosistem perhajian global melalui BPKH Limited di Arab Saudi. Entitas ini berfokus pada sektor perhotelan, akomodasi, katering, dan layanan pendukung haji dan umrah, yang diharapkan dapat memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi jemaah Indonesia.
Ke depan, Fadlul menutup dengan janji untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan nilai manfaat dana haji, serta memperluas kolaborasi strategis dan transformasi digital. “Delapan tahun ini adalah fondasi. Ke depan, kami berkomitmen menjaga pengelolaan keuangan haji agar tetap aman, efisien, dan berkelanjutan demi kemaslahatan jemaah dan umat,” tutup Fadlul ( wa/infp)



