Surabaya, cakrawalanews.co – Momentum Bulan Suci Ramadan 1444 H menjadi langkah baik bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus menciptakan anak-anak yang mengerti dan memahami agama, serta kitab sucinya. Karenanya, para tenaga pendidik keagamaan diminta melakukan pendekatan kepada anak-anak.
Sebab, Pemkot Surabaya tengah fokus memperkuat ketahanan keluarga. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan mental anak setelah kegiatan pembelajaran daring pasca pandemi Covid-19 lalu. Maka pemkot terus menciptakan ruang interaksi sebagai upaya mengantisipasi kenakalan remaja, salah satunya adalah Sinau dan Ngaji Bareng di setiap Balai RW.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat bersilaturahmi bersama tenaga pendidik keagamaan dalam acara Kurma (Kumpul Akrab), yang berlangsung di Convention Hall, Senin (3/4/2023). Pada kegiatan kali ini, diikuti oleh 1.945 tenaga pengajar keagamaan yang berasal dari Kecamatan Bubutan, Genteng, Kenjeran, Simokerto, dan Tegalsari.












