Surabaya,cakrawalanews.co- Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan, bahwa Partisipatoris merupakan cara demokrasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jatim dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat secara baik.
“Partisipatoris merupakan cara kami memberikan pelayanan publik bagi masyarakat Jatim,” tegasnya dihadapan Kapolri dan Menpan RB saat memberikan sambutan pada acara Inovasi pelayanan publik berbasis IT Polda Jatim 2016 di Mapolres Sidoarjo, Kamis (1/9).
Ia mengatakan, bahwa pelayanan publik itu harus dilakukan dengan cara pemberdayaan masyarakat dan melibatkan peran serta partisipasi dari masyarakat yang dilayani. Atau diistilahkan dengan calon korban diajak bicara.
Proses partisipatoris ini yang dilakukan oleh Pemprov Jatim bersinergi dengan Polda Jatim hingga polres-polres yang ada di kabupaten/kota.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Polda Jatim memberikan kebebasan kepada Polres-polres di Jatim untuk berinovasi. Ini adalah salah satu contoh nyata, kepemimpinan Pak Kapolda Jatim yang memberikan kebebasan bagi Kapolres-kapolres dalam memberikan pelayanan publik yang inovatif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pakde Karwo menjelaskan, bedasarkan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik yang dilakukan oleh Kemenpan RB, Jatim memperoleh 32 penghargaan atas kinerja pelayanan publik dari Jatim.
Bahkan dari TOP 35 Inovasi pelayanan publik, Jatim memperoleh 12 penghargaan di bidang pelayanan publik.
“Bahkan, pelayanan publik Jatim masuk pada 9 TOP Inovasi pelayanan publik nasional. Pelayanan publik dari Jatim yang dijadikan contoh nasional adalah ATM Samsat yang dilakukan oleh Dispenda Jatim. ATM Samsat ini teknologinya diciptakan langsung Polisi dan petugas samsat bukan dari ahli teknik,” tegasnya.













