Ia menegaskan, bahwa komitmen perubahan pelayanan publik sangatlah penting. Perubahan harus dimulai dari pimpinan daerah.
Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Polres-polres semacam ini harus ditularkan secara baik kepada daerah lain di Indonesia.
“Saya mohon ijin ke Pak Kapolri agar polres-polres yang memiliki inovasi akan kami bawa di polres-polres di Indonesia. Agar polres di Indonesia terinspirasi, serta membuat pelayanan publik secara profesional dan positif,” tegasnya.
Dalam Inovasi Pelayanan Publik Berbasis IT yang berbasis android terasa istimewa. Pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi dilakukan oleh 7 Polres di Jatim juga menampilkan dan meresmikan pelayanan publik.
Ketujuh polres tersebut diantaranya adalah, Polres Sidoajo yang meresmikan SKCK Online dan SKCK Keliling Online. Kemudian, disusul oleh Polres Gresik menampikan Go. Sigap yakni pelayanan publik terintegrasi berbasis IT dan Team Gajahmada Polres Gresik.
Polres Jember juga menampilkan WAR (We Are Ready) Kentongan Online berbasis Android. Panic Button On Hand aplikasi pelaporan tindak kriminalitas berbasis android Polres Malang Kota.
Untuk Polres Tuban, menampilkan SIBI (Sistem Siaga Bumi Wali) informasi pelayanan, pengaduan dan pelaporan berbasis android. Sementara, Polres Bojonegoro menampilkan aplikasi Crime Alarm System sebagai aplikasi pelaporan berbasis android. Sedangkan Polres Lamongan menampilkan Soto Lamongan (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan). (cn01)












