
Jakarta, Cakrawalanews.co – Sedikitnya 50.000 ton beras impor yang ditimbun di gudang Bulog sebagai bagian dari cadangan beras pemerintah (CBP) malah mengalami kerusakan dan tidak bisa dikonsumsi lagi. Perum Bulog pun memutuskan untuk “membuangnya”.
“Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual. Ada sekitar 50.000 ton,” kata Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, kemarin.












