Superkonduktor mampu menekan suhu saat berada di suhu kritis
Jakarta,cakrawalanews.co – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan tiga kawat superkonduktor untuk diaplikasikan pada keperluan kesehatan, kelistrikan dan otomotif.
Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI Agung Imaduddin di Jakarta, Jumat (26/10/2018), mengatakan bahwa kawat superkonduktor mampu menekan suhu saat berada di suhu kritis sehingga bisa menjadi penghantar yang baik.
Super konduktor, menurut dia, banyak digunakan di rumah sakit untuk alat kesehatan MRI (magnetic resonance imaging), juga digunakan untuk penghantar listrik. Superkonduktor juga banyak digunakan untuk kereta cepat di Jepang dan Cina.
“Superkonduktor yang diikat ke kawat penghantar listrik dan disemprotkan cairan nitrogen maka suhunya akan turun hingga -200 derajat Celcius sehingga mampu menghantar arus listrik lebih besar,” katanya.
Saat ini LIPI mengembangkan superkonduktor tipe Nb3Sn Niobium Tin (Nb3Sn) dan HTS yang diselubungi dengan perak. Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga sedang mengembangkan tipe Magnesium diboride (MgB2) dengan tanah jarang.












